Popular Posts
-
Suatu hal yang menarik ketika kita mengkaji, dengan dibentuknya beberapa komisi-komisi negara seperti Komisi Yudisial, Komisi Pemberantas...
-
Ketika Wortley, mengemukakan bahwa : “ Jurisprudence is the knowledge of law in its various forms and manifestations ” ...
-
Karangan ini saya buat berdasarkan apa yang saya ketahui dan apa yang saya dapatkan di bangku perkuliahan Fakultas Hukum Universitas ...
-
Perbincangan mahasiswa, kehidupannya bukan hadir sebagai sebuah kebekuan, potensinya hadir bukan untuk dibekukan. Ya, bia...
-
Untuk memahami apa itu filsafat, mari kita lihat pendapat-pendapat para ahli tentang pengertian filsafat : 1. Plato (427 SM...
-
Apakah pelanggaran HAM berat diselesaikan oleh KKR ataukah pengadilan HAM? Apakah perkaranya tidak dapat lagi diajukan kepada penga...
-
lanjutan dari tulisan ; PENGADILAN HAM dan KOMISI KEBENARAN DAN REKONSOLIASI Pembentukan KKR di berbagai Negara, me...
-
Pembahasan mengenai Marx dan Marxisme selalu muncul di sebuah media, diskusi-diskusi dan lain sebagainya bahkan dalam buku-b...
-
Kenapa saya mengemukakan hal ini?Apa maksudnya? Apakah teknologi sudah menjadi ketergantungan bagi manusia modern? Ataukah manu...
-
Mungkinkah melakukan perubahan sosial tanpa upaya pelurusan kesalahan berfikir?mustahil ada perubahan ke arah yang benar kalau...
Blogger templates
Blogger news
Blogroll
About
Blog Archive
Kategori
- Agama ( 6 )
- Hukum & Sosial ( 13 )
- Logika & Filsafat ( 10 )
- Motivasi ( 5 )
- Puisi ( 2 )
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
Jumat, 04 Oktober 2013
Apa maksud
dari judul ini?Mengapa harus jiwa yang hidup meski raga tak sempurna?maknanya
apa? Jiwa hidup adalah orang-orang yang selalu berbahagia dalam menjalani
kehidupan yang meski kita pahami bahwa manusia tentu memiliki keterbatasan.
Apakah dalam keterbatasan kita justru dengan sengaja membuat kesalahan atau
perbuatan yang tidak dikehendaki Tuhan?
Tentu saja tidak, kita memahami bahwa manusia dalam memahami
keterbatasan diri bukan berarti lebih membatasi diri untuk mencapai
kesempurnaan. Lantas, bagaimanakah menuju kesempurnaan itu?Mulla Sadra
mengatakan bahwa “pikiran adalah potensi jiwa untuk
memperoleh pengetahuan-pengetahuan yang belum pernah dicapai sebelumnya.”
Dengan mengikuti pandangan umum
filsafat Islam-Yunani (Graeco-Islamic),
Mulla Sadra memahami bahwa jiwa atau diri manusia mempunyai beberapa fakultas atau
tingkatan-tingkatan aktualisasi yang dimulai dari tingkatan tumbuhan dan hewan.
Jiwa tersebut mengaktualkan dirinya melalui potensi pemahamannya. Tujuan jiwa
di dalam wujudnya adalah untuk bergerak dari potensi mengetahui ke mengetahui
secara aktual. Ketika pengetahuan potensialnya menjadi benar-benar aktual, ia
tidak lagi disebut sebagai ‘jiwa,’ ia sudah menjadi ‘akal,’ atau ‘akal dalam perbuatan.’
Dalam pandangan Mulla Sadra, potensi jiwa manusia untuk mencapai pengetahuan
aktual disebut ‘pikiran.’
Pikiran dapat mengetahui segala
sesuatu melalui persepsi. “Persepsi” adalah penyebutan bagi perbuatan yang
dilakukan oleh jiwa untuk mengetahui, apapun objek yang diketahuinya. Makanan
pokok bagi raga manusia misalnya nasi, sayur, ikan dll. Dan makanan pokok bagi
jiwa itu sendiri adalah ilmu pengetahuan yang tiada nikmatnya dibandingkan
dengan sesuatu yang lain. Karena dengan ilmu pengetahuanlah seseorang dapat menjadi bijaksana,
adil, cermat, kritis yaitu membuat kualitas diri semakin bertambah. Dapatkah
seseorang mencapai semua itu? Tentu saja menjadi keniscayaan bagi pecinta ilmu
pengetahuan. Selamat berpengetahuan!
"Disini pribadi saya bukanlah sebagai manusia yang sempurna tetapi, marilah kita sama-sama menuju kesempurnaan :)"
Label:
Motivasi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
1 komentar:
The 20 Best Casinos in Philadelphia | MapyRO
The 20 Best Casinos 세종특별자치 출장샵 in Philadelphia. Casino name for: 영천 출장샵 The 22 삼척 출장마사지 Best Casinos in 목포 출장안마 Philly, PA. Casino name for: the 22 Best 나주 출장안마 Casinos in Philadelphia.
Posting Komentar