Popular Posts
-
Suatu hal yang menarik ketika kita mengkaji, dengan dibentuknya beberapa komisi-komisi negara seperti Komisi Yudisial, Komisi Pemberantas...
-
Ketika Wortley, mengemukakan bahwa : “ Jurisprudence is the knowledge of law in its various forms and manifestations ” ...
-
Karangan ini saya buat berdasarkan apa yang saya ketahui dan apa yang saya dapatkan di bangku perkuliahan Fakultas Hukum Universitas ...
-
Perbincangan mahasiswa, kehidupannya bukan hadir sebagai sebuah kebekuan, potensinya hadir bukan untuk dibekukan. Ya, bia...
-
Untuk memahami apa itu filsafat, mari kita lihat pendapat-pendapat para ahli tentang pengertian filsafat : 1. Plato (427 SM...
-
Apakah pelanggaran HAM berat diselesaikan oleh KKR ataukah pengadilan HAM? Apakah perkaranya tidak dapat lagi diajukan kepada penga...
-
lanjutan dari tulisan ; PENGADILAN HAM dan KOMISI KEBENARAN DAN REKONSOLIASI Pembentukan KKR di berbagai Negara, me...
-
Pembahasan mengenai Marx dan Marxisme selalu muncul di sebuah media, diskusi-diskusi dan lain sebagainya bahkan dalam buku-b...
-
Kenapa saya mengemukakan hal ini?Apa maksudnya? Apakah teknologi sudah menjadi ketergantungan bagi manusia modern? Ataukah manu...
-
Mungkinkah melakukan perubahan sosial tanpa upaya pelurusan kesalahan berfikir?mustahil ada perubahan ke arah yang benar kalau...
Blogger templates
Blogger news
Blogroll
About
Kategori
- Agama ( 6 )
- Hukum & Sosial ( 13 )
- Logika & Filsafat ( 10 )
- Motivasi ( 5 )
- Puisi ( 2 )
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
Selasa, 09 Juli 2013
Pembahasan disini mengenai "pentingnya
membaca buku". Nah, sebelum berangkat/menjelaskan tentang
apa,siapa,kenapa,dimana,kapan dan bagaimana itu buku. Ada baiknya buku itu
didefinisikan terdahulu agar sesuatu yang mau dibahas dari buku itu berangkat
dari sesuatu yang jelas menghasilkan sesuatu yang lebih jelas/terperinci yaitu
buku adalah sebuah tulisan (hasil karya/referensi) seseorang/penulis yang tidak
lepas dari ilmu pengetahuan yang mempunyai beberapa lembar/halaman.
Sesuai dengan definisi di atas
bahwa buku adalah suatu karya, berarti setiap buku mempunyai penulis/pencipta karya
itu yang dimana penulis pada umumnya adalah orang-orang terkemuka, seperti : Murtada Mhutahhari, Djalaluddin Rakhmat, Ali Syariati, Ayatullah
baqir M.Baqir Shadr, Prof.Achmad Ali, Quraish Shihab, M.T.Misbah Yazdi dll. Mungkin diantara penulis-penulis yang
saya sebutkan itu anda (pembaca) memiliki salah seorang favorite (andalan). Dan
mungkin suatu saat saya akan(salah satu cita-cita saya) menjadi seorang
penulis/menciptakan sebuah karya seperti yang disebutkan tadi atau masuk dalam kategori
favorite pembaca yang mencintai karya saya. Amin.
Kenapa saya mengangkat tema BUKU/mengenal
yang namanya buku? Karena buku adalah sebuah pengantar dari seseorang/penulis yang
akan melontarkan karyanya dan niscaya bermanfaat bagi pembaca dan sama sekali
tidak mempunyai kerugian bagi pembaca dalam artian bahwa hubungan antara
penulis dan pembaca mempunyai keterkaitan hubungan yang erat yaitu saling
menguntungkan. Dan buku akan anda temukan dimana saja yang berbau ilmu
pengetahuan/cinta akan ilmu pengetahuan salah satunya yaitu perpustakaan. Buku pertama
kali saya kenal semenjak saya duduk di bangku sekolah (memiliki) anda pun
mungkin seperti itu atau pada umumnya seperti itu.
Anda mungkin bertanya, bagaimanakah
cara mencintai buku itu/menjadi seseorang yang cinta akan buku itu sendiri? Menurut
subjektivitas saya, untuk mencintai buku : pertama, mengenal buku itu sendiri karena buku adalah salah satu
manifestasi paling berharga dan memiliki keuntungan untuk diri sendiri dan
orang lain dan buku itu niscaya tidak akan terlepas dari ilmu pengetahuan itu
sendiri, seperti yang dikatakan oleh Imam Ali bahwa ‘ilmu lebih baik sebab orang
yang berilmu cenderung untuk menjadi dermawan, sedanfkan orang yang berharta
cenderung untuk menjadi kikir dan pelit’ maka dari itu sisihkanlah atau buatlah
harta menjadi sebuah buku (beli) karena buku akan terus meningkat ketika
dibagikan dan harta akan semakin susut ketika dibagikan. Kedua, buku itu ketika dibaca seseorang pun akan menjadi sebuah
cahaya (terang) dianalogikan seperti matahari yaitu sumber kehidupan dalam
artian bahwa manusia juga memerlukan sebuah cahaya karena orang yang berilmu
pasti akan menjadi cahaya dimana saja dan setiap Agama menyuruh kita untuk
cerdas (ilmu pengetahuan). Dan ketiga, sesuai
dengan kepercayaan saya (Islam) bahwa didalam Al-qur’an (pedoman hidup) yaitu
surah yang pertama turun di dalam Al-qur’an adalah Iqra’ artinya bacalah. Jadi saya
rasa orang yang tidak mencintai ilmu pengetahuan niscaya kehidupan kita menjadi
gelap atau tidak tahu karena ketidaktahuan seseorang adalah dekat dengan
kemiskinan menjadi sebuah kejahatan yang dekat dengan pencurian, pemerkosaan,
pembunuhan dll.
Jadi di dalam kehidupan kita,
marilah kita sama-sama mencintai yang namanya ilmu pengetahuan yang berbentuk
Buku demi kemajuan akan bangsa kita yang runtuh ini. Mari meniru Tuhan (Yang Maha
Tahu) !!!
Label:
Motivasi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar