Popular Posts
-
Suatu hal yang menarik ketika kita mengkaji, dengan dibentuknya beberapa komisi-komisi negara seperti Komisi Yudisial, Komisi Pemberantas...
-
Ketika Wortley, mengemukakan bahwa : “ Jurisprudence is the knowledge of law in its various forms and manifestations ” ...
-
Karangan ini saya buat berdasarkan apa yang saya ketahui dan apa yang saya dapatkan di bangku perkuliahan Fakultas Hukum Universitas ...
-
Perbincangan mahasiswa, kehidupannya bukan hadir sebagai sebuah kebekuan, potensinya hadir bukan untuk dibekukan. Ya, bia...
-
Untuk memahami apa itu filsafat, mari kita lihat pendapat-pendapat para ahli tentang pengertian filsafat : 1. Plato (427 SM...
-
Apakah pelanggaran HAM berat diselesaikan oleh KKR ataukah pengadilan HAM? Apakah perkaranya tidak dapat lagi diajukan kepada penga...
-
lanjutan dari tulisan ; PENGADILAN HAM dan KOMISI KEBENARAN DAN REKONSOLIASI Pembentukan KKR di berbagai Negara, me...
-
Pembahasan mengenai Marx dan Marxisme selalu muncul di sebuah media, diskusi-diskusi dan lain sebagainya bahkan dalam buku-b...
-
Kenapa saya mengemukakan hal ini?Apa maksudnya? Apakah teknologi sudah menjadi ketergantungan bagi manusia modern? Ataukah manu...
-
Mungkinkah melakukan perubahan sosial tanpa upaya pelurusan kesalahan berfikir?mustahil ada perubahan ke arah yang benar kalau...
Blogger templates
Blogger news
Blogroll
About
Blog Archive
Kategori
- Agama ( 6 )
- Hukum & Sosial ( 13 )
- Logika & Filsafat ( 10 )
- Motivasi ( 5 )
- Puisi ( 2 )
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
Selasa, 03 September 2013
Berbicara mengenai konsep kekinian, tentu
manusia tidak terlepas dari apa yang dibutuhkan atau yang dinginkannya yaitu
belajar. Apakah ketika kita belajar atau membaca terhadap sebuah buku sudah
pasti dipahami? It’s maybe. Mengapa kita terkadang kalau berhadapan dengan buku
hanya dalam waktu 5 menit atau selebihnya sudah terpengaruhi oleh rasa ngantuk?
Bahkan bosan? Sehingga kemalasan kita terhadap ilmu pengetahuan muncul yang
dimana itu akan menjadi kebiasaan kita. Terkhusus kepada seorang pelajar/mahasiswa
yang dimana kita hanyalah mengharapkan nilai yang tinggi atau di atas rata-rata
dari guru/dosen. Pertanyaannya, apakah seorang mahasiswa dapat mempertanggung
jawabkan nilai yang memuaskan itu? Nah, mengenai masalah pembelajaran untuk memahami sesuatu yaitu memiliki sebuah
metode atau konsep yang sistematis untuk memahami sebuah buku, seperti :
1.
Rasa ingin tahu. Ngantuknya seseorang
akan timbul ketika di dalam diri tidak memunculkan sesuatu yang ingin anda
capai! yaitu pada dasarnya manusia memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dalam
artian bahwa di dalam diri kita ini munculkanlah rasa ingin tahu terhadap ilmu
pengetahuan! seberapa penting sih itu ilmu pengetahuan terhadap diri dan orang
lain? Sesuai dengan sabda Imam Ali bahwa ”ilmu itu lebih mulia daripada
harta, Karena ilmu akan berkembang bila dibagi-bagikan, sedangkan harta akan
susut bila dibagi-bagikan”.
2.
Mencari sesuatu yang ingin anda ketahui,
maksudnya adalah ketika anda membuka buku hal pertama dilakukan adalah dengan
melihat ‘daftar isi’ dari buku tersebut
sehingga anda akan mengingat apa yang telah anda baca itu. Kenapa hal itu
terjadi? Karena kita mendapatkan sesuatu yang kita cari artinya bahwa sesuatu
yang anda harapkan itu benar-benar terjadi akan menjadi kenangan (pengingatan
yang mendalam).
3.
Berdo’a. Sebelum membaca buku itu, bagi
umat yang beragama tentulah ini hal yang utama dari segalanya yaitu kepada
siapa kita bergantung dan memohon? Yaitu ridho-Nya.
4.
Menulis. Mengapa harus menulis? Ketika anda sudah mendapatkan apa yang ingin
diketahui atau sudah membaca buku, tulislah substansi atau ‘key word’ (kata kunci). Entah itu menulis melalui kertas atau
laptop dsb. Kenapa harus key word?
Karena key word itulah akan
dikembangkan melalui kata-kata anda sendiri atau bisa disebut karya anda sendiri
karena anda telah memahami isi dari buku tersebut bukan menghafal! Dan ilmu
pengetahuan akan menjadikan anda sebagai pemilik zaman, sedangkan kemalasan
akan menimbulkan tenggelamnya kita terhadap zaman.
5.
Melihat kembali karya/tulisan. Sebelumnya
kita sepakat bahwa manusia itu memiliki keterbatasan terhadap sesuatu karena
pengingatan kita sebelumnya mungkin hanya bertahan selama 1 minggu?bahkan 1
hari atau selebihnya? Nah, disinilah perlu kita me-refresh apa yang kita buat agar pemahaman anda lebih mendalam
dari sebelumnya jadi tidak perlu membaca buku tersebut secara berulang kali.
Kenapa harus melihat kembali tulisan? Karena sesuatu yang kita lakukan secara
berulang-ulang itu akan menjadi kebiasaan yang dimana kebiasaan itu akan menentukan anda di masa yang akan datang. Tahap ini,
lakukanlah secara berulang-ulang!
“ILMU adalah harta dalam
kotak perbendaharaan, kunci pembukanya adalah BERTANYA” Ali bin Abi Thalib. Semoga apa yang kita niatkan dan
lakukan akan memberi manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Ilahi Amin...
Label:
Motivasi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar